October 08, 2012

Tata Cara Wudhu Rasulullah SAW Menurut al-Quran dan al-Hadits


Assalamu'alaikum,

Dari awal sejak blog ini dibuat sesungguhnya saya berniat untuk berbagi pengetahuan dengan para pembaca blog ini tentang bagaimana cara shalat Rasulullah SAW yang sesuai dengan sunnah. Karena selama ini saya melihat banyak kaum muslimin yang melaksanakan shalat tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau pernah berkata kepada seorang sahabat yang telah melaksanakan shalat : "Kembali dan ulangi shalat mu, karena sesungguhnya engkau belum shalat". Beliau mengulangi ucapan tersebut hingga 3 (tiga) kali. Maksud dari Rasulullah SAW adalah sahabat itu tidak sah shalatnya karena tidak sesuai dengan contoh yang diajarkan oleh beliau. Oleh karena itu saya akan berusaha untuk menyajikan dalil-dalil shahih dari sunnah sebagai panduan atas setiap gerakan dan bacaan shalat agar sesuai dengan yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Disini saya bukan bermaksud menggurui atau sok pintar, tetapi lebih kepada bersama-sama saling belajar dan menambah ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana caranya shalat yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Saya akan memulai membahasnya dari bab Wudhu, seterusnya hingga Salam. Bab per bab. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

WUDHU

TATA CARA WUDHU YANG WAJIB

Dalil 1

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki". (QS Al Ma'aidah : 6)

TATA CARA WUDHU YANG WAJIB CAMPUR SUNNAH

Membaca Basmalah

Dalil 2

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW : "Tidak (sah) wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah SWT pada (permulaan wudhu) nya". (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Mencuci Tangan, Berkumur, Menghirup Air Ke Hidung, Mencuci Muka, Mencuci Tangan Sampai Siku, Mengusap Kepala, dan Membasuh Kaki

Dalil 3
Ada yang bertanya kepada Abdullah bin Zaid : “Tunjuklanlah kepada kami (bagaimana) cara wudhu Rasulullah SAW! Maka Abdullah bin Zaid meminta 1 (satu) bejana air, kemudian ia menuangkan air dari bejana itu ke atas tangannya itu 3 (tiga) kali, kemudian ia masukkan tangannya (ke dalam bejana itu) lalu ia keluarkan kemudian ia berkumur dan menghirup air ke hidung, ia perbuat yang demikian itu 3 (tiga) kali”. (HR Muslim)

Dalil 4
Dari Humron,  bahwa Utsman minta air wudhu, lalu beliau membasuh kedua telapak tangan beliau 3 (tiga) kali, lalu berkumur dan menghisap air dengan hidung dan menghembuskannya. Kemudian membasuh wajahnya 3 (tiga) kali. Kemudian membasuh tangan kanannya sampai siku-siku 3 (tiga) kali. Kemudian tangan kiri seperti itu, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kakinya yang kanan sampai kedua mata kaki 3 (tiga) kali, kemudian kaki kiri seperti itu, kemudian ia berkata : “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil 5
Dalam sebagian riwayat Abu Daud : ”Bila engkau berwudhu berkumur-kumurlah”. (Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Ahmad, Syafi’i, Ibnu Jarud, Hakim, Ibnu Hibban, dan Baihaqi. Menurut Tirmidzi, Baghawi, Qathan, hadits tersebut adalah shahih)

Dalil 6
Dari Laqith bin Shabirah RA, ia berkata : Rasulullah bersabda : “Berwudhulah dengan sempurna, dan gosoklah antara jari-jari dan hisaplah air dengan hidung dengan sungguh-sungguh, kecuali bila engkau sedang berpuasa”. (HR Al Arba'ah (Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dalil 7
Dari Ali RA tentang sifat wudhu ... Kemudian Rasulullah SAW berkumur dan mengeluarkan air dari hidung 3 (tiga) kali. Beliau berkumur  dan mengeluarkan air dari hidung dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air. (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Dalil 8
Dari Abdullah bin Zaid tentang sifat wudhu ... Kemudian beliau memasukkan tangannya (ke dalam tempat air) lalu berkumurlah dan menghirup air dengan hidung dari satu tapak tangan. Beliau mengerjakan sedemikian ini 3 (tiga) kali. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil 9
Dari Utsman RA: Bahwasanya Rasulullah SAW menggosok sela-sela rambut janggutnya dalam berwudhu. (HR Tirmidzi)

Dalil 10
Kemudian ia (Abdullah bin Zaid) memasukkan tangannya lalu dikeluarkannya terus dibasuhnya kedua tangannya sampai siku, 2 (dua) kali, 2 (dua) kali. (HR Muslim)

Dalil 11
Dari Abdillah bin Zaid ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah diberi 2/3 (dua pertiga) mud air, lantas beliau menggosok-gosok kedua lengannya. (HR Ahmad)

Dalil 12
Dari Abdillah bin Amir RA tentang sifat wudhu, ia berkata : “Kemudian beliau mengusap kepalanya dan memasukkan 2 (dua) jari-jari telunjuknya ke dalam ke 2 (dua) telinganya, dan mengusap 2 (dua) telinga bagian luar dengan 2 (dua) ibu jarinya”. (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Dalil 13
Dari Ali RA tentang sifat wudhu Rasulullah SAW, ia berkata : “... dan beliau mengusap kepalanya 1 (satu) kali”. (HR Abu Daud) Hadits tersebut dikeluarkan pula oleh Tirmidzi dan Nasa’i dengan sanad yang shahih. Malah Tirmidzi mengatakan : Bahwa ia merupakan hadits yang paling shahih dalam bab tersebut.

Dalil 14
Dari Abdillah bin Zaid bin Ashim RA tentang sifat wudhu, ia berkata : “Rasulullah mengusap kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke muka”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil 15
Ada lafadz lain dalam HR Bukhari dan Muslim : “Beliau mengusap mulai kepala bagian depan dengan kedua tangannya sampai pada tengkuk lantas kembali ke tempat semula”.

Dalil 16
Kemudian ia (Abdullah bin Zaid RA) mencuci kedua kakinya hingga mata kaki kemudian ia berkata : “Beginilah cara wudhu Rasulullah SAW”. (HR Muslim)

Dalil 17
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah melihat seorang laki-laki yang pada tapak kakinya ada bagian yang tidak kena air sebesar kuku lantas beliau bersabda : “Kembalilah lantas perbaiki wudhumu.” (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Dalil 18
Ada orang bertanya kepada Abdullah bin Zaid RA : “Tunjukanlah kepada kami (bagaimana) cara wudhu Rasulullah SAW! Maka Abdullah bin Zaid RA meminta 1 (satu) bejana air, kemudian ia menuangkan air dari bejana itu ke atas tangannya, lalu ia mencuci kedua tangannya itu 3 (tiga) kali, kemudian ia memasukkan tangannya (ke dalam bejana itu) lalu ia keluarkan kemudian ia berkumur dan menghirup air ke hidung, ia perbuat yang demikian itu 3 (tiga) kali, kemudian ia memasukkan tangannya lalu ia keluarkan kemudian ia membasuh mukannya 3 (tiga) kali, kemudian ia memasukan tangannya lalu ia keluarkan dan ia cuci kedua tangannya sampai siku, 2 (dua) kali, 2 (dua) kali, kemudian ia memasukan tangannya, lalu ia keluarkan dan ia sapu kepalanya, yaitu ia letakkan dua telapak tangannya di sebelah depan (kepala), lalu ia tarik kebelakang; kemudian ia cuci kakinya sampai dua mata kaki kemudia ia berkata : “Beginilah sifat wudhu Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

Diperbolehkan Wudhu Dengan Membasuh Anggota-Anggota Wudhu 1 (Satu) Kali, 2 (Dua) Kali, atau 3 (Tiga) Kali.

Dalil 19
Telah berkata Ibnu Abbas RA : “Rasulullah SAW pernah berwudhu sekali, sekali (saja)”. (HR Bukhari)

Dalil 20
Telah berkata Abdullah bin Zaid : “Sesungguhnya Rasulullah SAW berwudhu 2 (dua) kali, 2 (dua) kali”. (HR Bukhari)

Dalil 21
Dari Ali bin Abu Thalib RA : “Sesungguhnya Rasulullah SAW ada berwudhu, 3 (tiga) kali, 3 (tiga) kali”. (HR Tirmidzi)

Dimulai Dengan Anggota Bagian Tubuh Yang Kanan

Dalil 22
Dari Aisyah RA, ia berkata : “Rasulullah SAW memang suka mendahulukan anggota kanan dalam bersandal, bersepatu, bersuci dan dalam segala urusannya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil 23
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Bila kamu sekalian berwudhu hendaklah kamu mulai dengan angota-anggotamu yang kanan”. (HR Al Arba'ah (Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah) menurut Ibnu Huzaimah hadits tersebut shahih.

Mengusap Sarung Kaki

Dalil 24
Dari Mughirah bin Syu’bah RA, ia berkata : Aku pernah bersama Rasulullah SAW lalu beliau berwudhu, lantas aku menjongkok untuk melepas 2 (dua) khaf (sarung kaki) beliau, lalu beliau bersabda “Biarkanlah dia sebab sesungguhnya aku dalam keadaan suci waktu mengenakannya” lalu beliau mengusapnya. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil 25
Dari Ali bin Abu Thalib RA, ia berkata : “Seumpama agama cukup dengan buah pikiran, maka bagian bawah khaf (sarung kaki) lebih berhak diusap daripada bagian atas. Aku betul-betul telah melihat Rasulullah SAW mengusap 2 (dua) khaf (sarung kaki) beliau bagian atas”. (HR Abu Daud) dengan Sanad Hasan.

Dalil 26
Dari Shafwan bin Assal RA, ia berkata : Rasulullah SAW memberikan perintah kepada kami bila kami bepergian agar tidak melepas sarung-sarung kaki. Kami selama 3 (tiga) hari  3 (tiga) malam lantaran buang air besar, buang air kecil, dan tidur kecuali jinabat. (HR Nasa’i, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

Dalil 27
Dari Ali bin Abu Thalib RA, ia berkata : “Rasulullah SAW memberikan prioritas 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam untuk musafir dan semalam untuk muqim, yakni dalam mengusap sarung kaki”. (HR Muslim)

Dalil 28
Dari Tsauban RA, ia berkata : “Rasulullah pernah mengirim pasukan tentara. Beliau memberikan perintah kepada mereka agar mengusap ashaib, yakni sorban-sorban dan tasakhin, yakni sarung-sarung kaki”. (HR Ahmad dan Abu Daud)

Dalil 29
Dari Umar RA, Mauquf dan dari Anas Marfu’ RA : “Apabila seseorang diantara kamu berwudhu dan mengenakan dua khaf (sarung kaki), hendaklah mengusapnya dan shalat dengan mengenakannya. Bila mau jangan dicopot kecuali jinabat”. (HR Daruquthni dan Hakim)

Dalil 30
Dari Abu Bahrah RA, dari Rasulullah SAW : Bahwasanya beliau memberi izin musafir (mengusap 2 (dua) khaf (sarung kaki) 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam, untuk muqim sehari semalam. Apabila ia telah bersuci dan memakai 2 (dua) sarung kakinya, maka cukup mengusapnya. (HR Daruquthni) menurut Ibnu Huzaimah hadits tersebut shahih.

Doa Sesudah Berwudhu

Dalil 31
Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tiada seorang diantara kamu sekalian yang berwudhu dengan sempurna, kemudian berkata : Asyhadu an la ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahuu, waasyhadu anna Muhammadan abduhu warasuuluhu. Kecuali delapan pintu surga dibuka, ia masuk dari pintu yang dikehendaki”. (HR Muslim) begitu juga dengan Tirmidzi dengan tambahan : Allahummah alnii minat tawwabiina waj’anlni minal mutathahirin.

Asyhadu an la ilaha       :    Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Rabb (Tuhan)
Illalah                               :    melainkan Allah SWT
Wahdahu                         :    yang tunggal
La syarika lahu               :    tidak ada sekutu bagi-Nya
Wa asyhadu                    :    dan aku bersaksi
Anna Muhammadan       :    bahwasanya Muhammad itu
Abduhu warusuluhu      :    hamba-Nya dan utusan-Nya

Di kumpulkan dari berbagai sumber :
-   Cara Shalat Rasulullah SAW oleh Majelis Ta’lim Al Itqan
-   Kitab Bulughul Maram, dll

Jazakumullah khairan katsiran

1 comment:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Panduan Berwudhu berbasis android', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/4926/1/persentasi%20penulisan%20ilmiah.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    ReplyDelete